BAB
II
Kerajaan
Islam
A. Teori Masuknya Islam
1.
Sumber
sejarah
a.
Intern
i.
Makam
:
1.
Fatimah
binti Maimun : Leran, Gresik (1082 M)
2.
Sultan
Malik Al-Saleh : Aceh (1297 M)
3.
Kompleks
Makam Tralaya : Trowulan, Mojokerto (1369 M)
ii.
Masjid
b.
Ekstern
i.
Berita
luar :
1.
Cina
(674 M)
2.
Jepang
(749 M)
3.
Marcopollo
(1292 M)
4.
Ma-huan
(1416 M)
2.
Proses
Islamisasi
a.
Pendidikan
è Pondok
pesantren. Pondok pesantren pertama adalah Pondok Pesantren Ampel Denta
b.
Perdagangan
è Masyarakat
Pekojan (Pedagang dari Gujarat)
c.
Perkawinan
d.
Dakwah
è Sunan Kalijaga
mempergunakan wayang kulit dalam dakwahnya
e.
Budaya
:
i.
Hikayat : Hang Tuah, Panji, dll.
ii.
Babad : Babad Tanah Jawi, Babad Tanah
Sunda, dll.
iii.
Suluk
3.
Golongan
Pembawa Agama Islam
a.
Asal
agama ini dari Gujarat, Arab dan Persia (kini Iran)
b.
Golongan
penyebar : Pedagang, mubalig, kaum sufi, dan para wali
c.
Penyebar
di pulau Jawa : Wali Songo, anggotanya :
i.
Maulana
Malik Ibrahim (Gresik, Jatim)
ii.
Sunan
Ampel (Ampel, Jatim)
iii.
Sunan
Bonang (Tuban, Jatim)
iv.
Sunan
Giri (Bukit Giri, Jatim)
v.
Sunan
Drajat (Drajat, Jatim)
vi.
Sunan
Kalijaga (Demak, Jateng)
vii.
Sunan
Kudus (Kudus, Jateng)
viii.
Sunan
Muria (Kudus, Jatim)
ix.
Sunan
Gunung Jati (Cirebon, Jabar)
d.
Penyebar
di luar pulau Jawa :
i.
Datuk
Ri Bandang dan Datuk Sulaeman :
Sulawesi
ii.
Datuk
Ri Bandang dan Tuan Tunggang Ri Parangan : Kalimantan Timur
iii.
Penghulu
Demak :
Banjar
e.
Alasan
Islam mudah masuk ke Indonesia
i.
Syarat masuknya
mudah,
hanya mengucapkan 2 kalimat syahadat
ii.
Upacara
peribadatan sederhana
iii.
Tidak mengenal
sistem kasta
iv.
Terbuka pada
setiap orang
v.
Penyebarannya
disesuaikan oleh adat dan tradisi
vi.
Punya dampak
positif dalam pengembangan ekonomi ( membayar zakat )
vii.
Runtuhnya
kerajaan bercorak Hindu - Buddha ( contoh : Sriwijaya dan Majapahit)
4. Akulturasi Budaya
![]() |
| Masjid Kudus Merupakan akulturasi antara Hindu dan Islam |
a.
Seni
bangunan Masjid :
i.
Asli
1.
Atap
tumpang/timpak
2.
Ada
kolam
3.
Ada
serambi
4.
Ada
bedug atau kentungan
5.
Bangunan
berbentuk segi empat
ii.
Akulturasi
1.
Atap
kubah
2.
ada
unsur kaligrafi
b.
Karya
tulis :
i.
Hikayat
ii.
Babad
iii.
Kaligrafi
iv.
Suluk
c.
Kalender
è Akulturasi dari
Kalender Jawa dan Kalender Hijriyah yang dasarnya dari perhitungan bulan
D. Kesultanan di Indonesia
1)
KESULTANAN SAMUDRA PASAI (1128 M)
a.
Pendiri
: Nazimudin al-Kamil (Laksamana Mesir)
b.
Ibukota:
Pasai, Lhoksumawe, NAD
c.
Kehidupan
Politik :
i.
Sultan
Malik ash-Shaleh : Melakukan perkawinan politik dengan Putri
Ganggang Sari, dari Perlak
ii.
Sultan
Muhammad, gelar Sultan Malik ath-Thahir
iii.
Sultan
Ahmad, gelar Sultan Malik ath-Thahir è Puncaknya, karena:
1.
Corak
ekonomi : Maritim
![]() |
| Wilayah kerajaan Samudra Pasai |
2.
Terdapat
pelabuhan yang membantu peningkatan ekonomi di kesultanan tersebut
3.
Posisi
kesultanan yang dekat Selat Malaka membuat perekonomian meningkat pesat
4.
Menjadi
pusat perdagangan
iv.
Sultan
Zaenal Abidin, gelar Sultan Malik ath-Thahir
è mengalami kemunduran, karena:
1.
Perebutan
kekuasaan
2.
Dikuasai
Kesultanan Malaka
3.
Diserang
Kesultanan Majapahit
4.
Berdirinya
Pelabuhan Malaka
5.
Tidak
ada pengganti Sultan Ahmad yang cakap
2)
KESULTANAN
MALAKA (1405 M)
a.
Ibukota
: Malaka.
b.
Pendiri :
Paramisora (Pangeran Kerajaan Majapahit), karena melihat peluang dari pesatnya
perdagangan di Selat Malaka yang didominasi pedagang Islam.
c.
Kehidupan
politik :
i.
Sultan
Iskandar Syah : Mengembangkan kesultanan Malaka
ii.
Sultan
Mudzafar Syah : Berani melawan kerajaan Siam, menjadi pusat perdagangan antara
dunia barat dengan dunia timur dan melakukan perluasan wilayah hingga Pahang,
Kampar dan Indragiri
iii.
Sultan
Mansyur Syah (TERBESAR) : Menguasai Kerajaan Siam, memiliki hubungan kerjasama
dengan Hang Tuah untuk mengembangkan Kesultanan Malaka.
iv.
Sultan
Alaudin Syah : Mengalami kemunduran yang besar, seperti:
1.
Kesultanan
dikuasai Portugis
2.
Jalur
perdagangan diambil alih Portugis
3.
Terjadi
monopoli perdagangan yang dilakukan Portugis sehingga membuat pedagang tidak
melintasi Selat Malaka
4.
Banyak
wilayah kekuasaan melepaskan diri
3)
KESULTANAN ACEH (1511
M)
a.
Berdiri
: Awalnya dari kerajaan Pedir.yang menjadi bandar pelabuhan terbesar karena
dikuasaai dan dimonopolinya Selat Malaka oleh Portugis. Dan memecahkan diri,
sehingga membentuk kesultanan baru.
b.
Pediri
: Sultan Ali Mughayat Syah/Sultan Ibrahim, ia berani melawan Portugis di Malaka
dan melakukan ekspansi hingga Sumatera bagian utara dan berani melawan kerajaan
Aru
c.
Kehidupan
Politik :
i.
Sultan
Ibrahim
ii.
Sultan
Salahuddin : membawa Aceh mengalami kemerosotan
iii.
Sultan
Alaudin Riayat Syah
iv.
Sultan
Iskandar Muda (TERBESAR), programnya :
1.
Menyerang
Kerajaan Johor dan Portugis
2.
Membuat
bandar transit, sehingga tumpuan ekonomi bersandar pada perdagangan
3.
Memperluas
wilayah kesultanan
v.
Sultan
Iskandar Thani
vi.
Putri
Sri Alam Permaisuri (Putri Sultan Iskandar Muda), mengalami kejatuhan.
Sebabnya:
1.
Tidak
ada pengganti Sultan Iskandar Muda yang cakap
2.
Munculnya
kolonialisme barat
3.
Dikuasai
Belanda
d.
Munculnya
istilah baru
i.
Teuku : Bangsawan
ii.
Tengku :Tokoh agama
e.
Karya
Tulis : Bustanul as-Sallatin (oleh Nurudin ar-Ramiri)
4)
KESULTANAN
DEMAK (1513 M)
a.
Pendiri
: Raden Patah
b.
Faktor-faktor
pendorong berdirinya Kesultanan Demak :
i.
Jatuhnya
Malaka ke tangan Portugis sehingga pedagang berpindah tempat mencari bandar
baru
ii.
Raden
Patah merupakan keturunan Brawijaya V (keturunan Raja Majapahit) yang menikah dengan putri Campa
![]() |
| Masjid Demak, yang merupakan hasil kerja keras Sunan Kalijaga dan Raden Patah |
iii.
Mendapat
dukungan dari para wali yang sangat dihormati
iv.
Banyak
adipati-adipati di Pantura yang tak puas dengan Majapahit
v.
Runtuhnya
Majapahit karena perang Paregreg
vi.
Pusaka
Majapahit diberikan Raden Patah yang berarti Demak merupakan penerus Majapahit
c.
Kehidupan
politik :
i.
Raden Patah, kebijakannya:
1.
Membangun
Masjid Agung Demak dengan arsitek Sunan Kalijaga yang serambinya didasarkan
pada soko guru
2.
Para
Wali Songo diangkat sebagai Penasihat Sultan
ii.
Adpiati Unus, alias Pangeran Sabrang Lor, yang memiliki
prinsip untuk menyerang Portugis di Selat Malaka. Namun usahanya hampir berhasil
dan ia harus wafat di tengah perjalanan. Ia berhasil memblokade Portugis di
Malaka, sehingga bangsa Portugis mengalami kekurangan pangan.
iii.
Sultan Trenggana,
beliau
memiliki kebijakan-kebijakan seperti :
1.
Mengutus
Fatahillah untuk menguasai Sunda Kelapa dan Fatahillah mengganti nama Sunda
Kelapa menjadi Jayakarta (22 Juni 1527)
2.
Menguasai
daerah penting seperti Banten yang menjadi bandar pelabuhan baru menggantikan
Malaka dan Cirebon sebagai basis perdaganagan.
3.
Melakukan
ekspansi hingga ke daerah Jawa Timur, sehingga Demak menguasai semua daerah
Pantura Jawa. (Pantai Utara Jawa), dengan alasan menguasai daerah penting
sebagai bandar perdagangan.
d.
Kesultanan
ini hancur karena adanya perebutan tahta antara Surawiyata (adik Trenggana) dan
Sunan Prawoto (putra Trenggana) hingga keturunan mereka dan diselesaikan oleh
Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) dengan Kiai Gede Pamanahan, Bagus Danajaya, Ki
Penjawi dan Jurumartani sehingga Joko Tingkir memindahkan kesultanan Demak ke
kesultanan yang baru menjadi Kesultanan Pajang.
5)
KESULTANAN
BANTEN (1522 M)
a.
Setelah
menguasai Banten dan Cirebon, Fatahillah memberikan daerah Cirebon kepada
Pangeran Pasarean (putra Fatahillah), namun ia wafat. Lalu Fatahillah
memilih memerintah di Cirebon dan Banten diserahkan ke Hasanuddin (putra
Fatahillah). Ramainya jalur perdagangan di Selat Sunda merupakan
faktor penting dalam pendirian kesultanan ini
b.
Kehidupan
poltik :
i.
Sultan
Hasanudin
ii.
Panembahan
Yusuf
iii.
Maulana
Muhammad
iv.
Abdul
Mufakir
v.
Pangeran
Ranamenggala
vi.
Sultan
Ageng Tirtayasa (TERBESAR), karena:
1.
Melakukan
perluasan wilayah kerajaan
2.
Berani
mengusir Belanda di Batavia (Jayakarta, sebelumnya)
3.
Memajukan
perdagangan internasional
vii.
Sultan
Haji
c.
Kesultanan
ini runtuh karena adanya adu domba antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan
Haji yang dilakukan VOC. Sehingga menyebabkan Sultan Haji membunuh ayahnya
sendiri, yakni Sultan Ageng Tirtayasa. Dan membuat Sultan Haji berkuasa di
Banten. Dengan berkuasanya Sultan Haji, VOC menjadikannya boneka dan membuat
Banten dimonopoli perdagangannya oleh VOC
6)
KESULTANAN
MATARAM (1582 M)
a.
Pendiri
: Sutawijaya bergelar Panembahan Senopati
b.
Kehidupan
politik :
i.
Sutawijaya
ii.
Mas
Jolang : Berhasil mengatasi pemberontakan yang terjadi di tubuh Mataram
![]() |
| Peta perebutan Batavia dan ekspansi wilayah yang dilakukan oleh Sultan Agung |
![]() |
| Sultan Agung Hanyokrokusumo |
iii.
Sultan
Agung Hanyokrokusumo (TERBESAR), programnya :
1.
Mengatasi
pemberontakan yang terjadi di kesultanan Mataram
2.
Mempertahankan
kesatuan Mataram
3.
Mengekspansi
wilayah hingga Kalimantan dan Madura
4.
Berani
melawan Belanda di Batavia, namun gagal karena :
a.
Adanya
wabah penyakit
b.
Jarak
Batavia ke Mataram yang jauh
c.
Senjata
yang kurang modern
d.
Terjadi
kelaparan, karena lumbung-lumbung padi dikuasai Belanda
iv. Amangkurat
I melakukan hubungan baik dengan Belanda, sehingga timbul perjanjian yang
isinya :
1.
VOC
mengakui Amangkurat I sebagai Sultan
2.
VOC
dapat memonopoli perdagangan di Mataram
3.
Mataram
membayar ganti rugi perang VOC
4.
Mataram
berhutang dengan VOC dengan jaminan wilayah Pantura Jawa
5.
Daerah
Karawang (penghasil beras), Priangan (penghasil kopi), dan Semarang (bandar
perdagangan) diambil oleh VOC
Dari
perjanjian ini mengakibatkan pemberontakan Trunojoyo yang mencaplok sebagian
Mataram.
v.
Amangkurat
II, terjadi adu domba antara Pakubuwono III dan Pangeran Mangkubumi yang
dilakukan VOC. Sehingga muncul perjanjian Giyanti (1755 M), yang isinya :
1.
Kasuhunan
Surakarta : Pakubuwono III
2.
Kasultanan
Yogyakarta : Sri Sultan Hamengkubuwono I (Pangeran Mangkubumi)
![]() |
| Wilayah Mataram pasca perjanjian Giyanti dan perjanjian Salatiga |
Lalu
muncul perjanjian Salatiga (1757 M), karena pemberontakan Pangeran Mas Said,
isinya:
1.
Kasuhunan
Surakarta dibagi dua menjadi :
a.
Kasuhunan
Surakarta : Pakubuwono III
b.
Mangkunegaraan
: Mangkunegara alias Pangeran Mas
Said
2.
Kasultanan
Yogyakarta dibagi dua menjadi :
a.
Kasultanan
Yogyakarta: Sri Sultan Hamengkubuwono I (Pangeran Mangkubumi)
b.
Pakualaman : Paku Alam
c.
Karya
Sastra :
i.
Sastra
Gending : Kitab sastra
ii.
Surya
Alam : Kitab UU
7)
KESULTANAN GOWA-TALLO (1591 M)
a.
Awalnya
dari pecahan Tellum Pacceu
b.
Faktor
pendiriannya :
i.
Fusi
kesultanan Gowa dan kesultanan Tallo
ii.
Menjadi
bandar transit menuju Maluku
iii.
Melakukan
perkembangan pelayaran dan perdagangan dengan kapal Pinisi
c.
Kehidupan
politik, dari awal kesultanan ini penentang hadirnya Belanda di tanah air yang
kehidupan/silsilah rajanya :
i.
Sultan
Alaudin
ii.
Sultan
Muhamad Said : Memngirimkan pasukan ke Maluku untuk melawan Belanda
![]() |
| Sultan Hasannudin Ayam Jantan dari Timur |
iii.
Sultan
Hasanuddin, dengan julukan Ayam Jantan
dari Timur, dengan alasannya :
1.
Memporak-porandakan
pasukan Belanda di Maluku
2.
Memperluas
wilayah kesultanan hingga wilayah Nusa Tenggara
3.
Mengembangkan
pelayaran dan perdagangan,
Karena
perlawanannya yang sempat dipatahkan Belanda dan dilalukan adu domba antara Aru
Palaka (Raja Bone) dengan Sultan Hasanuddin sehingga memunculkan perjanjian
Bongaya pada tahun 1667 M yang isinya:
·
VOC
memiliki hak monopoli di Makassar
·
VOC
dapat mendirikan benteng di Makassar
·
Kesultanan
Makassar harus melepaskan daerah jajahannya seperti Bone, dan pulau-pulau
diluar Makassar
·
Aru
Palaka diakui sebagai Raja Bone
iv.
Sultan
Amir Hamzah
8)
KESULTANAN
TERNATE DAN TIDORE
a.
Uli
Siwa èKesultanan
Tidore, Uli Lima èKerajaan Ternate
b.
Portugis
yang tiba di Ternate tahun 1512 dan bersekutu dengan Ternate serta Spanyol bersekutu
dengan Tidore
c.
Sultan
Ternate Islam pertama : Sultan Marhum
d.
Kehidupan
politik Ternate :
i.
Sultan
Mahrum
ii.
Sultan
Zainal Abidin
iii.
Sultan
Sirullah
iv.
Sultan
Hairun, pada masanya terjadi monopoli yang dilakukan Portugis dan ia harus
tewas juga ditangan Portugis
v.
Sultan
Baabullah (TERBESAR di KESULTANAN TERNATE), karena berhasil melakukan
perlawanan dengan Portugis dan melakukan perluasan wilayah.
e.
Munculnya
Belanda di Ternate, membuat rakyat Ternate senang dan Belanda makin mudah
menguasai Ternate dengan mengusir Portugis ke Timor dan memonopoli Ternate.
f.
Di
Tidore, Sultan Jamaludin memiliki hutang 50 ribu ringgit kepada Belanda.
Alhasil Belanda memaksa mereka menyerahkan pulau Seram kepada Belanda. Namun
ditentang oleh Kaicil Badrus Zaman dan Kaicil Nuku. Dan membuat Kaicil Nuku
naik tahta karena Sultan Jamaludin dan Kaicil Badrus Zaman ditangkap Belanda.
g.
Sultan
Nuku berhasil mengadu domba Belanda dengan Inggris dan mengusir Belanda dari
Maluku, sehingga Nuku menguasai Maluku dan Ternate termasuk wilayah kekuasaannya.









0 komentar:
Posting Komentar